Friday, December 19th, 2008
Akhir tahun, saatnya meramal…
Ya, itulah yang saya lihat akhir- akhir ini. Kebetulan beberapa hari lalu saya menonton sebuah acara di salah satu statiun televisi. Seperti tahun- tahun sebelumnya, ketika akhir tahun, para peramal mulai bermunculan di televisi membahas apa yang akan terjadi di tahun berikutnya. Dengan penuh keyakinan mereka berbicara di depan umum tentang hal- hal akan terjadi. Seakan- akan mereka telah melalui peristiwa tersebut. Ada yang bilang “bakal ada pesawat yang jatuh tahun 2009, banyak artis yang cerai, cek-cok soal pemilu [ini yang gw bingung, yaiyalah...pemilu kan tahun depan, wajar donk bicara soal pemilu..hi hi hi], de-el-el”
Boleh percaya atau tidak, tapi bagi saya itu hanyalah sebagai “angin lalu” saja. Ga ada manusia yang tahu apa yang bakal terjadi nanti, semuanya hanya Tuhan yang tahu. Menurut saya itu adalah suatu pelecehan terhadap Tuhan, mendahului Tuhan!! Kalaupun mereka memang bisa melihat kejadian, seharusnya mereka tidak mempublikasikannya, karena bagi “orang yang imannya kurang kokoh” bakal terpengaruh dengan pemberitaan tersebut. Mereka akan takut untuk menjalani hidup, males berusaha karena merasa apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang sia-sia.
Detikmu…
…detik ini juga
…bukan kemaren yang telah tutup buku
…bukan pula esok yang belum tentu
…
So…
…today is yours
…Do it as your best
[inspired by La Tahzan]
Posted in Iseng, Opini, Puisi, Renungan | 2 Comments »
Sunday, October 12th, 2008
Judulnya serem juga ya? Monumen Kematian

Foto ini saya potret di daerah Payakumbuh-Sumatera Barat. Monumen ini merupakan hasil kreatifitas Polisi setempat. Mungkin karena seringnya terjadi kecelakaan di daerah setempat, dan banyak
memakan korban jiwa, makanya di
bikin monumen ini. Untuk mengingatkan kepada para pemakai sepeda motor agar memakai helm standar. Coba liat, di tumpukan helm tersebut
ga ada satupun helm standar (Full Face). Adanya cuma helm
catok.

Gimana?? Anda tertarik menempatkan helm anda disana?? Hi hi hi. . . Jangan deh. . .
Posted in Informasi, Iseng, Kreasi | 4 Comments »
Monday, October 15th, 2007
Sebelumnya gw ingin menyampaikan bahwa postingan ini sebagian besar bersumber dari buku karangan Allan and Barbara Pease yang berjudul “Why Men Don’t Listen And Women Can’t Read Maps”. Buku International Best Seller ini mengungkap perbedaan pikiran pria dan wanita agar sukses membina hubungan ( cukup berat jua postingannya…). Bagi kakak2 yang udah pernah dengar atau baca buku ini silahkan lewatkan postingan ini, tapi jangan lewatkan untuk memberi komentar, mengisi shoutbox, voting (disarankan untuk mengisi pilihan paling atas….xixixixi) , atau cuma nongkrong di blog gw yang cupu ini. Thank’s before…
Oya, tak lupa juga dalam hal ini gw bukanlah penjahat gender ( begitu gw menyebutnya ) karena dalam kenyataanya pria dan wanita memanglah berbeda. Mulai dari susunan otaknya, cara berpikir, bentuk tubuh ( walaupun ada yang hampir sama, tapi itu hanyalah masalah hormon ). Kalau boleh di ibaratkan wanita berasal dari planet Venus dan pria berasal dari planet Mars, sungguh sangat berbeda.
Sebelumnya kita kilas balik dulu ke zaman purba ( hhmm…zaman manusia purba maksud gw ). Pada zaman ini para pria dituntut untuk berburu sedangkan para wanita dituntut untuk menjaga kediaman mereka, mulai dari anak- anak dan tempat mereka tinggal. Dari sinilah, sebagai seorang pemburu pria memerlukan penglihatan yang yang memungkinkan mereka untuk membidik dan mengejar sasaran di kejauhan. Sedangkan wanita memerlukan penglihatan yang lebar agar dapat memantau binatang buas yang menyelinap ke dalam kediaman mereka. Hal inilah yang mempengaruhi pria dan wanita modern saat ini.
Wanita tidak saja memiliki lebih banyak jenis kerucut dalam retinanya, tetapi mereka jua memiliki pandangan ke sekeliling yang lebih lebar dari pada pria. Seorang wanita memiliki perangkat lunak ( software dunk…xixixi ) yang memungkinkan dirinya menerima gambar lengkungan setidaknya 45 derajat sebaai gambar bagi setiap sisi dan kepalanya serta bawah hidungnya. Jangkauan mata wanita lebih dari 180 derajat.
Sedangkan mata seorang pria lebih besar daripada wanita dan otak pria menyusunnya seperti bentuk terowongan penglihatan yang artinya pria dapat melihat lebih jelas, tepat dan lebih jauh pada benda- benda di depannya.
Hal ini juga yang menyebabkan mengapa pria dan wanita sering bertengkar ketika pria tersebut diminta untuk mencari sesuatu di sebuah media seperti kulkas. Pria akan kesulitan untuk mencari sebuah mentega di dalam kulkas di bandingkan dengan wanita karena faktor diatas. Atau juga mengapa pria lebih sering tertangkap basah ketika sedang mengerlingkan mata pada seorang wanita. Bahkan menurut penelitian kadang- kadang seorang wanita lebih sering mengerling kepada pria daripada pria itu sendiri. Namun hal ini jarang diketahui oleh pria…Nah lo??
Posted in Knowledge | 2 Comments »