Archive for the ‘Tautan Hati’ Category

Ranah Minang Berduka

Friday, October 9th, 2009 |

Baru saja 3 hari setalah saya sampai di perantauan, saya menerima kabar buruk dari kampung halaman. Padang, kota tempat dimana saya lahir dan tumbuh besar sampai akhirnya saya mencoba untuk melanjutkan hidup di kota perantuan ini. Berita tentang terjadinya gempa saya dapat dari teman saya melalui Yahoo Messenger. Ketika itu teman saya bilang telah terjadi gempa dengan kekuatan 7,6 SR. Bagaimana perasaan saya ketika mendengar berita itu? Santai

gempa padang

gempa padang

… Ya, santai. Mungkin kedengaran agak sombong bagi mereka yang tidak tinggal di daerah padang dan sekitarnya. Kenapa? Karena gempa dengan kekuatan di atas 7 SR merupakan hal biasa di daerah tersebut. Mungkin hampir tiap 3 bulan sekali padang dan sekitarnya diguncang gempa. Tapi, alangkah kagetnya saya ketika membaca berita di salah satu berita online. Seakan tidak percaya dengan apa yang diberitakan, saya pun mencoba melihat kebenarannya melalui televisi. Aahh… seperti mimpi! Kota padang hancur, luluh berantakan! Yang ada cuma puing- puing sisa bangunan yang roboh. Miris… membuat saya menangis dalam hati. Padahal baru beberapa hari kemaren saya menikmati alam kota padang dengan berbagai macam keindahan dan kenangan di sana. :cry:

~~~

Teringat akan saudara- saudara disana saya pun mencoba menghubungi mereka, tapi apa daya tak satupun yang bisa di hubungi. Dan hal itu sudah saya perkirakan sebelumnya, karena memang biasanya setelah terjadi gempa, jaringan telekomunikasi terputus. Dan seakan tidak belajar dari pengalaman, pemerintah lupa akan ini. Hati pun mulai tak tenang, pikiran melayang jauh kesana, di tanah kelahiranku…

~~~

Facebook, menjadi media yang bisa saya andalkan. Ketika jaringan telpon dan sms tidak bisa digunakan tapi jaringan internet via mobile phone masih berjalan lancar. Dan sujud syukurpun saya lakukan ketika status salah satu keluarga saya mengabari bahwa alhamdulillah, semua keluarga selamat walaupun ada saudara yang sedikit memar karena berguling- guling di tangga. Semua menjadi tak menentu pada diri saya ketika membaca status dari seorang sahabat :

Kota padang hancur, seperti kota mati….

Sampai segitukah? Salah apa? Sehingga diberi cobaan yang sedasyat itu…

Sekarang ranah minang berduka, butuh waktu yang cukup lama untuk mengembalikan keadaan menjadi normal. Walaupun tidak mnugkin seperti sebelumnya, setidaknya semua berjalan lancar baik itu ekonomi, transportasi, administrasi, pendidikan, dll. Kejadian ini seakan memanggil urang rantau untuk kembali pulang, bangun kembali nagari kita… Bangun kembali ranah minang… tempat dimana kita dibesarkan!


Belajar itu …

Wednesday, October 22nd, 2008 |

Pernah ga sih kepikiran Sampai kapan kita harus belajar ??

Bahkan orang yang ga sempat mengecap pendidikan-pun harus belajar.

Belajar
. . . ikhlas
. . . sabar
. . . menghargai
. . . menghormati
. . .
Belajar
. . . menjadi lebih baik
. . .

Apakah ada yang mau berhenti belajar sekarang??

Siapakah Aku ??

Friday, August 22nd, 2008 |

Siapakah aku:-/ ??

Pertanyaan itu mungkin sering ada di benak kita ketika kita mencoba mencari jati diri. Begitupun dengan bangsa ini,bangsa yang sudah 63 tahun “merdeka”. Mau jadi apa bangsa ini ke depannya, baik di bidang sosial, ekonomi, politik, teknologi, budaya, de-el-el.

Khusus di bidang teknologi (teknologi informatika, karena saya juga bermain- main di bidang ini) saya teringat dengan ucapan-nya Om R Eko Indrajit (Indonesian Cyber Law) pada waktu Seminar Hacker’s Day di Jakarta COnvention Center (JCC). Waktu itu Om Eko mengatakan begini :

Kita sebagai bangsa Indonesia harus menemukan jati diri kita sebenarnya di dunia teknologi informasi. Lihat Jepang, mereka memfokuskan diri pada dunia robotic. Singapura, mereka menjadi rumah-nya jaringan kabel dunia karena letak mereka yang strategis. Atau Amerika dengan berbagai macam produk software-nya yang terkenal sampai seluruh dunia. Lalu Indonesia, apa yang bisa kita tawarkan kepada dunia?

Sebenarnya kita bangsa Indonesia mempunyai SDM yang tidak kalah bersaing dengan SDM negara lain. Banyak orang-orang kita yang bekerja di negara lain. Apalagi di dunia maya, banyak hacker- hacker yang bertebaran di penjuru bangsa ini. Masalahnya, bagaimana kita sebagai bangsa yang beradab bisa menggunakan kemampuan kita itu untuk jalan yang baik dan benar. Bagaimana kita bisa menjadikan black-hat hacker menjadi white-hat hacker. Sehingga nantinya Indonesia terkenal dengan ahli- ahli security jaringan.

Ya, mencari jati diri memang susah. Banyak yang terjerumus ke jalan yang salah, namun tidak sedikit juga yang menemukan jati diri mereka sesungguhnya. Walaupun banyak rintangan yang menghadang kita. Tergantung bagaimana kita memaknai-nya dan berusaha serta keyakinan akan kemampuan yang kita miliki.

Mumpung masih dalam susana agustus-an dan semangat 45-nya masih tinggi (gara- gara menang lomba makan kerupuk);)) , bagaimana kalau kita sebagai warga negara bersama- sama membangun bangsa ini, sehingga Indonesia tidak lagi di pandang sebelah mata oleh negara lain. Kalau bisa sih sterusnya. Jangan agustus-an aja. He he he. . .;)) Setuju donk !!?

MAJU INDONESIAKU. . .! ! !

Gambar di ambil dari sini

About Me

Julian Ade Putra lahir di kota Padang pada tanggal 10 Juli tahun 1988. Anak ke-empat dari empat bersaudara. Dibesarkan oleh orang tua yang disiplin, dan mementingkan pendidikan bagi anak- anak mereka...More

Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :